Fungsi Kurikulum, Tujuan, Konsep, dan Perkembangannya  

Fungsi Kurikulum, Tujuan, Konsep, dan Perkembangannya

Gurubagi. com. Kurikulum di dalam dunia pendidikan formal  memegang peran penting untuk tercapainya kesuksesan belajar yang senantiasa mengalami perubahan seiring berkembangnya zaman.

Kurikulum merupakan seperangkat atau kumpulan rencana, tujuan, materi pembelajaran, dan  cara mengajar yang digunakan sebagai pedoman oleh para guru demi tercapainya tujuan akhir pembelajaran.

Tujuan dan Fungsi Kurikulum

Tujuan utamanya kurikulum adalah untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat menjadi pribadi serta warga negara yang kreatif, inovatif, beriman, dan afektif ketika berada pada lingkungan masyarakat kelak.

Fungsi kurikulum dapat dibagi dalam beberapa pengelompokan berdasarkan pihak yang terkait di dalamnya, karena termasuk sistem yang berkaitan dengan orang banyak, seperti peserta didik, orang tua, guru, pemerintah, maupun dinas terkait.

Baca : Langkah-langkah Perumusan SK, KD, dan Indikator

Berikut penjelasan fungsi kurikulum secara umum.

1.  Fungsi Kurikulum bagi Peserta didik

  • Merupakan sarana untuk mengukur kemampuan diri dan konsumsi pendidikan.
  • Materi lebih memahami materi ataupun melaksanakan proses pembelajaran setiap harinya.
  • Mengenbangkan pengalaman pembelajaran baru  sesuai dengan perkembangannya.
  • Lebih mudah memetakan jadwal yang akan mereka buat nantinya.
  • Pesrta didik dapat membagi waktu untuk mengerjakan pekerjaan sekolah sesuai dengan evaluasi dalam 3 atau 6 bulan sekali.

2.  Fungsi Kurikulum bagi Guru

  • Guru dapat menerapkan cara mengajar untuk  kegiatan pembelajaran berikutnya.
  • Membantu guru mengajar dengan mengikut struktur yang telah dibuat dalam penyampaian materi maupun evaluasi  terhadap peserta didik nantinya.
  • Sebagai pedoman kerja bagi pihak  guru.
  • Guru dapat mengadakan evaluasi terhadap perkembangan peserta didik dalam menyerap ilum dan pengalaman yang telah tersampaikan.

 3.  Fungsi Kurikulum bagi Orang Tua

  • Orang tua mendapatkan gambaran anaknya  selama sekolah.
  • Sosok yang harus bersinergi dengan pihak sekolah dalam pembentukan karakter maupun pembelajaran ilmu bagi peserta didik.
  • Membantu mendukung penerapannya, baik bagi anak yang merupakan peserta didik dan juga bagi guru dalam memudahkan proses belajar mengajar.

4, Fungsi Kurikulum bagi Sekolah dan Dinas Pendidikan

  • Menyeragamkan pengetahuan dalam suatu lingkup sekolah, dan dinas pendidikan dalam ruang lingkup yang lebih besar.
  • Menyesuaikan pendidikan pada  tempat yang tentunya memiliki letak geografis, keadaan sosial, dan budaya masing masing.

Konsep Kurikulum

Kurikulum memiliki 3 (tiga) konsep yang yang diperhatikan antara lain sebagai berikut.

1. Kurikulum sebagai Substansi

Kurikulum dianggap sebagai suatu rencana kegiatan belajar yang dilakukan peserta didik di sekolah,sehingga menjadi perangkat tujuan yang ingin dicapai.

2. Kurikulum sebagai Sistem

Kurikulum adalah bagian dari sistem pendidikan yang berlaku terdiri dari struktur personalia dan prosedur kerja tentang cara menyusun suatu kurikulum, melaksanakan, mengevaluasi, serta menyempurnakannya.

3. Kurikulum sebagai Bidang Studi

Kurikulum memiliki tujuan untuk mengembangkan ilmu tentang kurikulum beserta sistemnya.

Perkembangan kurikulum di Indonesia

Kurikulum bersifat dinamis,  menyesuaikan dengan perkembangan zaman, tidak mengherankan jika di Indonesia mengalami pergantian dari masa ke masa, berikut perkembangan.

Berikut ini perkembangan kurikulum di Indonesia.

1. Kurikulum Rentjana Pelajaran 1947,  menekankan pada pembentukan karakter masyarakat Indonesia sebagai manusia yang merdeka dan berdaulat.

2. Kurikulum Rentjana Pelajaran Terurai 1952,  mulai menerapkan seorang guru mengajarkan satu mata pelajaran.

3. Pada tahun 1964, pemerintah kembali mnyempurnakan  dengan penekanan pada program Pancawardhana (pengembangan moral, kecerdasan, emosional, keterampilan, dan jasmani).

4. Pada tahun 1968, kurikulum di Indonesia mengalami perubahan kembali yang menekankan pada pembentukan manusia Pancasila sejati.

5. Pada tahun 1975,  menggantikan kurikulum 1968,  terkenal dengan sebutan satuan pelajaran yang maksudnya adalah rencana pelajaran setiap satuan bahasan.

6. Kurikulum mengalami pembaharuan di tahun 1984, 1994, 1999, 2004, 2006, dan yang terakhir di tahun 2013.

Kurikulum 2013 atau  K13 menitik beratkan pada tiga aspek, yaitu pengetahuan, keterampilan, dan perilaku. Perubahan bukan hanya terdapat pada cara penilaian dan penyajian nilai tersebut, tetapi juga pada materi pembelajaran.

Demikian sekilas informasi mengenai fungsi kurikulum, tujuan, konsep, dan perkembangannya. Semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan