Aplikasi Teknologi Biopulping yang Ramah Lingkungan

Aplikasi Teknologi Biopulping yang Ramah Lingkungan

Aplikasi Teknologi Biopulping yang Ramah Lingkungan

Gurubagi.com. Biopulping adalah teknologi ramah lingkungan yang terinspirasi dari proses pelapukan kayu dan sampah tanaman oleh mikroorganisme.

Fenomena alam yang biasa saja seringkali jadi inspirasi bagi peneliti untuk menciptakan teknologi ramah lingkungan adalah bioupluping.

Teknologi Biopulping ini meniru proses mikroorganisma pada proses pelapukan untuk digunakan dalam tingkat industri.

Proses pelapukan dilakukan secara alami oleh beberapa jenis mikroba dan jamur, sehingga sampah dari pohon-pohon yang telah mati akan kembali diserap oleh alam secara alami.

Saat ini kendala besar yang dihadapi oleh para pemilik industri berbahan baku seperti pabrik kertas adalah proses pengolahan limbah yang mengandung zat kayu (lignin) yang membutuhkan proses lama dan berbahaya terhadap kelestarian lingkungan sekitar.

Biasanya limbah dari pabrik kertas akan diuraikan dengan menggunakan bahan kimia seperti soda api, sulfit, dan garam sulfida.

Bahan-bahan kimia inilah yang dianggap sebagai seumber pencemaran lingkungan. Diberbagai negara, penggunaan bahan-bahan untuk pembuatan kertas tersebut sudah dilarang.

Mikroorganisma yang terdiri atas sejumlah mikroba membantu proses pelapukan sehingga sampah alam tersebut terurai, kembali menjadi tanah berupa humus.

Hasil kerja mikroorganisma yang sempurna tidak menghasilkan polusi tersebut memberi inspirasi pada para ilmuwan kita untuk memanfaatkannya dalam sektor industri.

Pengelolaan pulp yang ideal adalah dengan teknologi biopulping, yaitu mengolah pulp dengan bantuan mikroba (jamur) melalui proses mikroorganisme atau pelapukan.

Teknik biopulping terinspirasi dari kemampuan mikroba dalam proses pelapukan kayu. Para ahli saat ini mulai mengembangan proses pengolahan limbah dengan menggunakan mikroorganisme yang mampu menguraikan lignin secara alami yang banyak ditemui secara bebas di alam.

Contoh mikroorganisme yang digunakan. yaitu dari jenis kapang (jamur) phlebia subserialis dan Ceriporiopsis.

Biopulping mengurangi energi listrik yang dibutuhkan 25% – 30%, juga menghemat sekitar 9 –  20 US Dollar per ton pulp.

Biopulping menggunakan pengetahuan yang diperoleh dari proses alami untuk menghasilkan kertas berkualitas tinggi.

Selain itu, biopulping akan mengurangi energi yang dibutuhkan dan polutan yang melarikan diri keluar ke udara selama proses tersebut.

Berdasarkan metode pretreatment jamur, serpihan kayu yang dikukus , didinginkan , diinokulasi dengan jamur alam tertentu, dan diinkubasi selama dua minggu .

Selama periode inkubasi, jamur berkolonisasi permukaan dan bagian dalam serpihan kayu dan mengeluarkan enzim yang mendegradasi lignin dalam kayu dan melembutkan chip .

Proses ini dapat menghemat sejumlah besar listrik , meningkatkan kualitas kertas, mengurangi dampak lingkungan dari pembuatan pulp, dan meningkatkan daya saing ekonomi

Demikian ulasan mengenai aplikasi teknologi Biopulping ramah lingkungan. Semoga bermanfaa

You May Also Like

Tinggalkan Balasan