Contoh Media Pembelajaran Matematika, Fungsi, dan Penerapannya

Contoh Media Pembelajaran Matematika, Fungsi, dan Penerapannya

Contoh Media Pembelajaran Matematika, Fungsi, dan Penerapannya

Gurubagi.com. Media pembelajaran merupakn salah satu komponen penting dan sangat membantu  dalam menjalankan proses pembelajaran,

Guru tidak dapat menggunakan media pembelajaran yang beraneka ragam secara serentak dalam proses pembelajaran. Oleh karena itu guru perlu melakukan pemilihan media pembelajaran yang tepat.

Media pembelajaran Matematika merupakan segala sesuatu yang bisa menyalurkan pengetahuan dari guru kepada peserta didik dalam pembelajaran Matematika.

Matematika merupakan pelajaran yang tidak setiap peserta didik menyukainya, karena mereka beranggapan bahwa Matematika sulit bahkan menjadi pelajaran yang menakutkan.

Baca :

Kesulitan mempelajari Matematika dapat terjadi karena rendahknya pengetahuan akan pemahaman dasar Matematika, sehingga peserta didik sulit untuk melanjutkan konsep berikutnya.

Minat peserta didik terhadap pelajaran Matematika tidak terlepas dari peran guru dalam memberikan pembelajaran.

Guru di tuntut untuk dapat menggunakan media pembelajaran yang tepat agar peserta didik teratik untuk mengikutinya.

Rencana program pembelajaran Matematika menggunakan media harus berdasarkan kebutuhan dan karakteristik peserta didik, agar terjadi perubahan tingkah laku sesuai tujuan.

Fungsi Media Pembelajaran Matematika

Berikut ini  fungsi media Matematika pembelajaran dilihat dari  segi psikologis.

1. Fungsi Atensi

Fungsi atensi ini menarik dan mengarahkan perhatian peserta didik agar konsentrasi pada isi pelajaran yang berkaitan dengan makna visual atau teks materi pelajaran.

2. Fungsi Afektif

Fungsi afektif dapat menggugah emosi sikap peserta didik, contohnya seperti informasi yang berhubungan dengan masalah sosial atau ras.

3. Fungsi Kognitif

Fungsi kognitif ini memperlancar pencapaian tujuan untuk memahami maupun mengingat informasi atau pesan yang ada pada gambar.

4. Fungsi Kompensatoris

Fungsi kompenstoris ini  merupakan fungsi yang mengakomodasikan peserta didik yang lemah dan lambat menerima serta memahami isi pelajaran yang bentuk teks atau secara verbal.

Pemakaian media dalam pembelajaran Matematika dapat membangkitkan keinginan minat yang baru, motivasi dan rangsangan kegiatan belajar, bahkan membawa pengaruh psikologis terhadap peserta didik.

Dengan memanfaatkan media yang benar memungkinkan peserta didik dapat menjalankan pembelajaran dengan rasa senang, sehingga tumbuh keinginan untuk belajar Matematika lebih dalam.

Contoh Media pembelajaran Matematika

Berikut ini beberapa contoh media dalam  pembelajaran Matematika.

1. Alat permainan Ular Tangga

Permainan ular tangga ini hampir semua orang  pernah memainkannya. Ular tangga dapat menjadi media pembelajaran Matematika, dengan nama ular tangga Turi (Turunan Trigonometri).

Media pembelajaran ini diadobsi dari permainan ular tangga dan dikombinasikan dengan fungsi turunan trigonometri.

Media pembelajaran ular tangga ini membantu peserta didik agar mudah memahami dan menghafal fungsi trigonometri.

Akan tetapi kekurangan media permainan ini keterbatasan media dan  memakan waktu dalam bermain.

Selain itu alat peraga ini dapat melestarikan permainan tradisional yang hampir hilang karena kalah bersaing dengan permainan modern.

Cara Bermain Ular Tangga Trigonometri

Sebelum memainkan media ini peserta didik harus menghafal rumus-rumus turunan trigonometri terlebih dahulu. Cara bermain alat peraga ini tidak jauh berbeda dengan permainan ular tangga pada umumnya.

Perbedaannya adalah dadu ke enam sisinya ditulis dengan fungsi trigonometri, yaitu sin x, cos x, tan x, sec x, cosec x, dan cot x.

Arena bermainnya ditulis dengan hasil turunan dari fungsi trigonometri yang terdapat pada sisi–sisi dadu.

Contoh permainan

Ketika salah satu pemain melempar dadu, dan dadu tersebut menunjukkan sin x maka pemain harus menempatkan pionnya pada kotak yang merupakan turunan dari sin x, yaitu cos x.

Atau jika dadu yang dilemparkan menunjukkan sec x, maka pion ditempatkan pada kotak sec x tan x yang merupakan turunan dari sec x.

2. Bangun Ruang

Bangun ruang sisi datar merupakan salah satu materi yang sulit dalam pembelajaran Matematika.

Hal ini dapat terlihat dari masih rendahnya tingkat pemahaman dan dan ketuntasan hasil belajar peserta didik.

Rendahnya kemampuan peserta didik bisa saja terjadi karena pendekatan pembelajaran yang guru gunakan belum sesuai dengan materi yang tersampaikan.

Materi bangun ruang merupakan materi yang abstrak. Oleh karena itu perlu cara pembelajaran yang realistis, sehingga peserta didik mudah menerimanya.

Berikut ini adalah contoh langkah-langkah yang dapat guru lakukan saat memberikan materi yang berkaitan dengan bangun ruang.

  • Guru menjelaskan tujuan pembelajaran dalam kaitannya dengan kehidupan sehari-hari.
  • Membagi kelompok kerja kelas yang heterogen terdiri dari 4 anak agar lebih efektif dalam bekerja sama.
  • Setiap kelompok sudah siap dengan alat peraga masing-masing.
  • Alat peraga merupakan hasil karya peserta didik sendiri sebelumnya, meskipun dalam bentuk yang sederhana dan murah.
  • Guru memberikan penjelasan dan langkah-langkah yang harus masing-masing kelompok kerjakan.
  • Setiap kelompok berdiskusi untuk menemukan rumus luas permukaan kubus, balok, prisma dan limas.
  • Guru memberikan lembar kerja yang merupakan persoalan nyata sehari-hari.
  • Peserta didik mempresentasikan ke depan sebagai bentuk evaluasi diskusi dengan kelomoknya masing-masing.
3.  Gambar Diagram

Penyajian gambar dan diagram pada media pembelajaran diperlukan saat sesuai dengan materi. Diagram adalah gambar untuk media pembelajaran dalam bentuk gambaran sederhana dengan tujuan memperlihatkan bagian-bagian, atau hubungan timbal balik.

Hal tersebut akan mengurangi kejenuhan peserta didik dalam pembelajaran Matematika. Contohnya diagram pada materi statistika dan gambar pada materi bangun ruang.
Gambar sederhana atau draf kasar yang melukiskan bagian pokok tanpa detail dapat menarik perhatian pesera didik, menghindarkan verbalisme, dan memperjelas pesan.
4. Komik

Komik merupakan salah satu media grafis yang digunakan dalam dunia pendidikan. Media ini adalah bacaan bergambar yang mengandung berbagai muatan pesan yang memiliki daya tarik bagi pembacanya.
Komik berfungsi sebagai alat memperjelas materi, menciptakan nilai rasa lebih dalam memahami materi, menarik minat dan perhatian, serta membangkitkan rasa ingin tahu peserta didik.

Media komik ini berisi gambar-gambar berwarna lebih menarik dengan alur cerita yang memungkinkan lebih lama untuk diingat oleh peserta didik daripada tulisan biasa. Media pembelajaran komik ini lebih banyak diterapkan pada anak-anak SD.

Demikian sekilas penjelasan mengenai contoh media pembelajaran Matematika, fungsi, dan penerapannya. Semoga bermanfaat.

You May Also Like

Tinggalkan Balasan