Contoh Tata Tertib Laboratorium IPA Sekolah

Contoh Tata Tertib Laboratorium IPA Sekolah

Contoh Tata Tertib Laboratorium IPA Sekolah

Gurubagi.com. Beriku ini kami bagikan contoh tata tertib Laboratorium IPA di sekolah untuk guru dan siswa.

Contoh tata tertib laboratorium IPA ini dapat dikembangkan dan disempurnakan sendiri oleh pengelola laboratorium sesuai dengan kebutuhan dan kondisi yang ada.

Tata tertib laboratorium IPA diperlukan untuk untuk menjaga ketertiban, kebersihan, kerapian, dan keselamatan kerja pada saat pelaksanaan praktikum.

Tata tertib laboratorium IPA setidaknya berisi tentang hal-hal yang harus dipatuhi sebelum, selama, dan sesudah praktikum berlangsung.

Di dalam tata tertib laboratorium IPA juga perlu menginformasikan mengenai jenis-jenis pelanggaran dan sangsi sesuai tingkat pelanggaraannya.

Laboratorium IPA merupakan salah satu fasilitas sekolah tempat guru dan peserta didik melakukan kegiatan pembelajaran IPA melalui praktikum.

Kegiatan ini sangat penting untuk mengembangkan pendekatan saintifik sesuai dengan tuntutan Kurikulum 2013.

Praktikum akan membangkitkan motivasi belajar IPA. Melalui kegiatan praktikum, siswa diberi kesempatan untuk memenuhi dorongan rasa ingin tahu dan ingin bisa serta menemukan pengetahuan melalui eksplorasi.

Praktikum mengembangkan keterampilan dasar bereksperimen, sehingga menjadi wahana belajar pendekatan ilmiah. Praktikum memberikan kesempatan bagi siswa untuk menemukan teori, dan membuktikan teori.

Baca : Standar Tenaga Laboratorium Sekolah Madrasah

Untuk menjamin agar pelaksanaan praktikum dapat berlangsung dengan tertib dan aman, maka diperlukan tata tertib laboratorium IPA.

Contoh Tata Tertib Labortorium IPA

Tata Tertib Guru

1. Meminta peserta didik untuk menjaga ketertiban, kebersihan, dan keselamatan kerja selama pelaksanaan percobaa

2. Memberikan penjelasan kepada peserta didik tentang petunjukn dan larangan selama berada di lababoratorium IPA, termasuk pelanggaran dan sangsinya.

3. Mengawasi peserta didik yang sedang melaksanakan kegiatan di lababoratorium IPA, baik pada saat kerja kelompok maupun individu.

4. Memastikan peserta didik bekerja dengan disiplin sesuai prosedur di dalam laboratorium IPA.

5. Menyiapkan alat dan bahan yang akan dipakai untuk kegiatan percobaan.

6. Memberikan penjelasan setiap alat yang masih asing, mudah rusak, dan bahan berbahaya bagi peserta didik.

6. Menginformasikan pada peserta didik mengenai prosedur penggunaan alat yang memanfaatkan sumber daya listrik.

7. Menguasai prosedur keselamatan kerja di laboratorium.

8. Menguasai penggunaan alat dan bahan praktikum sesuai prosedur penggunaan.

9. Memastikan alat dan bahan yang akan digunakan untuk praktikum tersedia dalam jumlah cukup dan siap pakai.

10. Melakukan pengecekan terhadap alat berikut.

a. Etiket pada botol kimia (benar dan jelas).

b. Alat pemadam kebakaran (siap pakai).

c. Kotak P3K beserta isinya (tersedia dan terawat

11. Menggunakan lampu dan sambungan listrik apabila diperlukan dan mematikannya jika sudah tidak terpakai.

Tata Tertib Peserta Didik

1. Menyiapkan dan memakai alat proteksi diri sebelum memasuki ruang laboratorium, seperti jas, sarung tangan, dan masker.

2, Memasuki laboratorium IPA dengan tertib setelah mendapat ijin darI guru.

3. Membaca dengan cermat petunjuk penggunakan alat dan bahan di laboratatorium IPA.

4. Menggunakan alat dan bahan di Laboratorium IPA sesuai petunjuk yang tersedia.

5. Memeriksa kelengkapan alat dan bahan sebelum melakukan aktivitas di Laboratorium IPA.

6. Membaca etiket pada botol bahan sebelum mengambilnya.

7. Melapor kepada guru dengan segera apabila:

a. alat rusak/hilangatau bahan habis;

b. terjadi kecelakaan dan atau hal yang dapat menimbulkan kecelakaan; dan

c. etiket yang hilang atau rusak.

8. Setelah melakukan aktivitas di laboratorium IPA:

a. mentutup botol jangan sampai tertukar dengan tutup botol yang lain;.

b. mengembalikan alatdan/atau bahan ketempat semula dalam keadaan bersih;

c. membuang sampah pada tempatnya;

d. mematikan kran air, gas dan listrik; dan

e. mengelap serta mengeringkan meja dan bangku.

9. Jika terjadi kecelakaan kerja, maka :

a. memuntahkan apabila ada zat yang masuk dalam mulutkemudian berkumur dengan air yang banyak;

b. mencuci dengan air sebanyak-banyaknya jika bagian tubuh atau bajuterkena zat asam atau basa.

10. Menyerahkanhasil kegiatan atau laporan kepada guru setelah kegiatan praktikum selesai.

Larangan

Selama berada di laboratorium IPA, siswa dilarang:

  1. membawa tas, makanan, minuman ke dalam ruang Laboratorium;

  2. membawa alat atau bahan ke luar ruang Laboratorium tanpa ijin;

  3. bekerja menurut kemauan sendiri;

  4. mencicipi, membau bahan-bahan kimia yang berbahaya;.

  5. mencoba mengoleskan cairan yang berbahaya pada kulit;

  6. bersendau gurau dan mengganggu teman lain yang sedang bekerja; dan

  7. mencoba-coba alat atau bahan praktikum tanpa didampingi guru yang membahayakan diri sendiri atau orang lain.

Pelanggaran dan Sangsi

1. Pelanggaran ringan ditegur/diperingatkan.

2. Tidak mematuhi tata tertib, dilarang mengikuti kegiatan praktikum.

3. Melakukan kegiatan tidak sesuai prosedur:

a. merusakkan alat-alat, maka mengganti sendiri jika bekerja sendiri dalam melaksanakan praktikum;

b. apabila bekerja dalam kelompok merusakkan alat-alat, maka kelompok tersebut harus mengganti alat yang dirusakkan; dan

d. sekolah tidak bertanggung jawab, jika seorang  peserta didik mengalami cedera atas kelalaian/kesalahan sendiri dalam melakukan kegiatan.

Demikian contoh tata tertib Laboratorium IPA di sekolah untuk guru dan siswa. Semoga bermanfaat.

You May Also Like

2 Comments

Tinggalkan Balasan