Pengertian Polimer, Reaksi, dan Pengelompokannya

Pengertian Polimer, Reaksi, dan Pengelompokannya

Pengertian Polimer, Reaksi, dan Pengelompokannya

Gurubagi.com. Polimer sebenarnya merupakan suatu material yang begitu dekat dengan keseharian kita. Mungkin kita sendiri sudah sering menggunakan material polimer dalam berbagai macam benda tanpa  kita sadari.

Pengertian polimer adalah material yang berbentuk rantai molekul panjang dan berulang. Hasil ini didapatkan dari proses yang bernama polimerisasi.

Polimer terdiri dari berbagai macam dengan karakteristik yang berbeda-beda. Semuanya tergantung dari sifat molekul yang membentuk serta bagaimana proses pembentukannya.

Polimer ada yang memiliki sifat lentur, seperti karet dan polister. Akan tetapi, juga ada polimer dengan sifat keras dan kuat, yaitu kaca dan epoksi.

Struktur Polimer

Struktur polimer terbuat dari proses polimerisasi. Metode ini merupakan pembuatan polimer sintetis dengan mengombinasikan berbagai macam molekul kecil yang disebut monomer.

Secara keseluruhan, molekul-molekul kecil itu dikombinasikan hingga menjadi satu rangkai molekul dengan ikatan kovalen.

Baca :

Terdapat reaksi kimia yang muncul di dalam proses tertentu. Sebut saja saat pemanasan dan tekanan yang mampu mengubah ikatan kimiawi dalam menyatukan seluruh monomer tersebut.

Hasil dari proses ini adalah polimer dengan struktur ikatan beragam. Tentunya tergantung dari bagaimana proses dan molekul dasarnya.

Rantai monomer dalam hasil proses polimerisasi disebut sebagai makromolekul. Dalam makromolekul bisa mengandung ratusan ribu monomer. Hasilnya juga pasti berkualitas tinggi dan layak untuk digunakan dalam industri.

Reaksi Polimerisasi

Reaksi polimerisi merupakan reaksi penggabungan molekul-molekul kecil membentuk molekul yang besar. Senyawa-senyawa yang bergabung disebut monomer, sedangkan senyawa hasil gabungan yang sangat besar dinamaan dengan senyawa polimer atau makromolekul.

Berdasrkan asalnya , polimer digolongakna menjadi dua macam, yaitu plolimer alam dan polimer sintetis.

Polimer sintetik lebih banyak jenisnya , seperi vinil, poliester poliprovilena dan polivinilclorida.Jik kita perhatkan kita tidak pernah lepas dari benda-benda polimer dalam keseharian kita.

Adapun reaksi polimerisasi dibedakan menjadi dua macam, yaitu reaksi polimerisaSi adisi dan polimerisasi kondensasi.

1.  Polimerisasi Adisi

Pada Polimerisasi Adisi, monomer bergabung tanpa eliminasi molekul produk apapun. Monomer adalah senyawa tak jenuh dan turunannya. Monomer ditambahkan ke rantai yang menghasilkan peningkatan panjang rantai.

Polimer Adisi umumnya tidak reaktif secara kimia. Hal ini disebabkan ikatan C-C dan C-H yang sangat kuat. Karena itu, sangat sulit untuk mendaur ulang polimer adisi. Atau dengan kata lain, polimer adisi tidak dapat terurai.

Reaksi polimerisasi terjadi pada ikatan rangkap, pada umumnya monomer yang direaksikan dalam polimerisasi adalah senyawa alkena dan turunannya.

Dari reaksi polimerisasi adisi dihasilkan polimer adisi sebagai produk tunggal . Berikut ini contoh reaksi polimer adisi.

a. Pembentukan polietilena (PE) dari etena

b. Pembentukan PVC dari vinil klorida

c. Pembentukan poliisoprena dan isoprena

 

2. Polimerisasi Kondensasi

Polimerisasi ini biasanya terjadi antara monomer-monomer yang berbeda. Selain polimer, dalam polimerisasi ini juga dihasilkan molekul lain yang lebih sederhana.

Plimerisasi terjadi pada monomer yang masing-masing setidaknya memiliki dua gusus fungsi reaktif. Dari hasil polimerisasi kondensasi dihasilkan polimer juga molekul-molekul kecil seperti H2O, HCl dan CH3OH.

Berikut ini adalah contoh reaksi kondensasi.

a. Reaksi Nilon 66

Nilon 66 terbentuk dari dua jenis monomer, yaitu asam adipat (asam 1,6-heksandioat) dan heksametilendiamina (1,6-diaminoheksana).

Asam adipat akan melepas gugus —OH, sedangkan heksametilendiamina melepas atom H yang akan membentuk air. Dengan demikian monomer-monomer itu dapat berkaitan.

b. Pembentukan Dakron.

Dakron adalah suatu serat poliester. Monomernya juga dua jenis, yaitu metiltereftalat (suatu diester) dan etilena glikol (= glikol).

Pengelompokan Polimer

Melalui reaksi polimerisasi, polimer yang beraneka ragam dapat disintesis untuk berbagai kebutuhan. Adanya bermacam-macam polimer menimbulkan sedikit kesulitan untuk mempelajarinya.

Akan tetapi pengelompokan jenis-jenis polimer ini akan memempermudah dalam memahami tentang polimer

Pengelompokan polimer dapat dibedakan berdasarkan asal, jenis monomernya maupun sifatnya. Akan tetapi secara umum polimer dikelompokan menjadi tiga kelompok sebagai berikut.

1. Elastomer, yaitu polimer  yang bersifat padat dan elastis, seperti karet

2. Serat, yaitu polimer yang mirip benang, seperti kapas, sutra dan nilon.

3.  Plastik, yaitu polimer yang berupa lembaran tipis, seperti plastik pembungkus, dan yang berupa zat padat yang leras dan dapat dicetak seperti pipa, mainan anak, atau berupa cairan seperti cat mobil dan pernis.

Demikian ulasan tentang pengertian polimer, reaksi, dan pengelompokannya. Semoga bermanfaat

You May Also Like

Tinggalkan Balasan