Kelimpahan Unsur-unsur di Alam Materi Kimia Kelas 12 SMA MA

Kelimpahan Unsur-unsur di Alam Materi Kimia Kelas 12 SMA MA

Kelimpahan Unsur-unsur di Alam Materi Kimia Kelas 12 SMA MA

Gurubagi.com. Kelimpahan unsur-unsur di alam lebih banyak berupa senyawa dibandingkan dalam keadaan bebas sesuai bentuk unsurnya.

Tabel Sistem Periodik Unsur menunjukan semua unsur yang tersedia di alam. Ada unsur yang melimpah, ada juga yang sulit ditemukan

Unsur gas mulia terdapat dalam bentuk bebas dan unsur gas mulia ditemukan dalam bentuk senyawa alami di alam.

Unsur-unsur golongan utama dalam sistem periodik unsur terletak pada golongan A, yaitu dari IA hingga VIIIA.

Berikut ini penjelasan dari kelimpahan unsur dari golongan A.

 1 Gas Mulia

Unsur-unsur gas mulia (helium, neon, argon, kripton, xenon, dan radon) termasuk dalam 90 jenis unsur yang terdapat di alam, sedangkan sisanya merupakan unsur buatan, seperti plutonium dan amerisium.

Sesuai dengan namanya, unsur-unsur ini memiliki eleKtron valensi penuh, sehingga di alam tidak ditemukan dalam bentuk senyawa, melainkan dalam bentuk atom-atomnya dan dikatan unsure bebas.

Baca :

Unsur gas mulia  yang paling banyak terdapat di udara adalah argon, sedangkan unsure  gas mulia yang paling sedikit adalah radon yang besifat radioaktif dengan waktu paruh yang pendek (4 hari) dan meluruh menjadi unsur lain.

Kelimpahan unsur gas mulia dalam udara kering

2. Halogen

Unsur halogen berasal dari bahasa Yunani, yaitu dari kata halo yang berarti’garam’, karena pada umumnya ditemukan dalam bentuk garam anorganik

Unsur-unsur yang termasuk ke dalam halogen adalah Fluor (F), klorin (Cl), bromin (Br), Iodin (I), dan Astatin (At). Semua unsur ini mempunyai sifat racun yang cukup tinggi.

Selain itu, di alam mereka ditemukan dalam molekul diatomik (mempunyai 2 atom). Oleh karena itu, sewaktu diketemukan, mereka akan disimbolkan dengan F2, Cl2, Br2, I2, dan At2.

Kelimpahan unsur halogen ini banyak ditemukan di lautan, yaitu di perbatasan antara Yordania danBbarat Palestina. Terdapat sebuah laut, yang disebut laut mati. Laut mati ini memiiki kadar garam yang sangat tinggi, sehingga tidak ada kehidupan di dalamnya.

Kelimpahan unsur halogen di alam

3. Alkali

Unsur alkali tanah teletak pada golongan IA dalam sistem periodik, yang meliputi, Hidrogen (H). Litium (Li), Natrium (Na), Kalium (K), Rubidium (Rb),

Litium merupakan unsur ketigapuluhlima kelimpahannya dan utamanya diperoleh sebagai mineral-mineral silikat, spodumene LiAl(SiO3)2, dan lepidolite Li2Al2(SiO3)3(FOH)2.

Natrium dan kalium merupakan unsur-unsur yang menempati urutan ke tujuh dan delapan paling limoah di kerak bumi. NaCl dan KCl terdapat dalam jumlah yang besar di air laut.

Sumber yang paling besar dari natrium adalah garam batu (NaCl). Beragam garam termasuk NaCl, Na2B4O7.10H2O (boraks), (Na2CO3.NaHCO3.2H2O) (trona), NaNO3 (saltpetre) dan Na2SO4 (mirabilite) diperoleh dari tumpukan mineral yang terbentuk dari evaporasi laut-laut tua seperti Laut Mati dan Great Salt Lake di Utah, USA.

Kalium utamanya terdapat sebagai tumpukan mineral KCl (sylvite), suatu campuran KCl dan NaCl (sylvinite), dan garam rangkap KCl.MgCl2.6H2O (carnalite).

Garam kalium yang larut secar bersama disebut ‘potash’. Tidak ada sumber yang tepat bagi rubidium dan hanya unsur cesium yang diperoleh dari produk sampingan dari proses perolehan litium.

Kelimpahan unsur alkali di alam

 

4. Alkali Tanah

Unsur alkali tanah teletak pada golongan IIA dalm sistem periodik, yang meliputi berilium (Be). Mangan (Mg) Kalsium (Ca), Stronsium (Sr) , Barum (Ba), Radium (Ra).

Berilium tidak terlalu familiar, sebagian karena kelimpahannya yang sedikit dan sebagian lainnya nya karena kesulitan untuk mengesktraksinya.

Garam magnesium terdapat sekitar 0,13% dalam air laut. Unsur ini dapat ditemukan dalam mineral dolomite (MgCO3.CaCO3), magnesite MgCO3, epsomite MgSO4.7H2O dan kieserite MgSO4.H2O.

Kalsium merupakan unsur keenam paling limpah di muka bumi (4,66%) dan terdapat di seluruh bumi dalam mineral-mineral yang umum.

Terdapat tumpukan sedimen CaCO3 yang begitu besar pada pegunungan sebagai batu kapur serta juga pada batu karang di laut.

Stronsium dan barium sangat kurang kelimpahannya, tetapi dikenal karena terdapat sebagai bijih kaya yang mudah untuk diekstraksi.

Stronsium ditambang sebagai celestite SrSO4 dan strontianite SrCO3. Barium ditambang sebagai baryte BaSO4, dan radium sangat jarang sekali serta bersifat radioaktif.

Kelimpahan unsur-unsur alkali tanah di alam

5. Oksigen

Unsur oksigen dalam sistem periodik unsur terletak pada golongan VIA periode kedua. Di sekitar kita banyak senyawa yang mengandung oksigen, seperti air, batuan, tumbuhan dan hewan serta tubuh manusia sendiri.

Oksigen di alam terdapat dalam keadaan bebas dan dalam persenyawaan. Pada keadaan bebas merupakan molekul diatomik (O2). Sekitar 20,94% dari komposisi udara di atmosfer adalah Oksigen dan dalam tubuh manusia terdapat sekitar 60%.

Di dalam udara, oksigen bersifat kering (merupakan peringkat kedua terbanyak sesudah nitrogen). Sedang dalam bentuk persenyawaan oksigen terikat pada senyawa-senyawa nitrat, sulfat, fosfat, dan juga dalam bijih oksida logam.

Secara alami oksigen terbentuk dari hasil fotosintesis, seperti tumbuhan dan planton di laut yang berperan menjaga jumlah oksigen di atmosfer. Oleh karena itu, sangat penting menghijaukan lingkungan dengan tumbuhan dan melestarikan organisme di lautan.

Kelimpahan di alam

6. Auminium

Di dalam sistem periodik unsur aluminium terletak pada golongan IIIA dan periode ketiga, yang merupakan unsur peringkat ketiga terbanyak di kulit bumi (7,5%) setelah unsur oksigen dan silikon.

Kelimpahan di alam banyak terdapat dalam bentuk senyawa, mengingat unsur logam aluminium bersifat reaktif. Bijih Aluminium yang paling penting adalah bauksit (Al2O3.nH2O) dan kriolit sebab dari mineral tersebut Al dapat diperoleh secara ekonomis.

Umumnya, Al terdapat pada batuan aluminosilikat (ditemukan bergabung dengan silikon dan oksigen) yang banyak ditemukan dalam karang sebagai granit dan tanah liat, seperti felspar (KAlSi3O8 atau NaAlSi3O8), dan mika {KH2Al3(SiO4)atau NaH2-Al3(SiO4)3}.

Al sebagai oksida seperti korundum (Al2O3) dan Al sebagai fluorida berbentuk kriolit (Na3AlF6), tetapi jika ion Al3+ tercampuri ion Cr3+ menghasilkan warna merah seperti ruby.

 Jika tercampur ion Fe3+ atau Ti3+, menghasilkan warna biru seperti safir. Aluminium sebagai fluorida berbentuk kriolit (Na3AlF6). Tambang Aluminium di Indonesia terdapat di kabupaten Bintang.

7. Silikon

Silikon dalam sistem periodik unsur terletak pada golongan IVA dan periode ketiga. Silikon merupakan unsur kedua terbanyak di kulit bumi setelah oksigen (25,67%).

Kelimpahan unsur silikon di alam banyak ditemukan dalam bentuk senyawa silikat yaitu senyawa silikon dengan oksigen (SiO2) dan sebagai kompleks silikat yang tersusun dari SiO2 dengan oksida yang lain, seperti CaO, MgO, dan K2O, misalnya tanah lempung, mika (muskonit (Kal3Si3AlO10(OH)2), granit, dan kuarsa SiO2 (silikat).

8. Unsur Belerang

Unsur belerang dalam sistem periodik unsur terletak pada golongan VIA periode ketiga. Belerang berasal dari bahasa Latin yaitu sulphurium yang artinya batu belerang.

Kelimpahan unsur belerang di alam ada yang ditemukan dalam keadaan bebas dan dalam bentuk persenyawaan (senyawa sulfida dan sulfat).

Pada keadaan bebas, belerang banyak ditemukan di daerah pegunungan vulkanik (dalam jumlah sedikit (0,06%) di kedalaman ≥ 100 m bawah tanah dalam bentuk endapan.

Senyawa belerang dalam bentuk sulfida misalnya Besi Sulfida (FeS), dan Seng Sulfida (ZnS). Dalam bentuk senyawa sulfat seperti gips atau gypsum (CaSO4.2H2O), barit (BaSO4), dan garam epson (MgSO4.7H2O). Belerang juga terdapat dalam gas alam seperti H2S dan SO2.

Demikian ulasan mengenai kelimpahan unsur di alam materi kimia kelas 12 SMA MA. Semoga bermanfaat

You May Also Like

Tinggalkan Balasan