Pengertian Reaksi Eksoterm, Ciri-ciri, dan Contohnya dalam Kehidupan

Pengertian Reaksi Eksoterm, Ciri-ciri dan Contohnya dalam Kehidupan

Pengertian Reaksi Eksoterm, Ciri-ciri, dan Contohnya dalam Kehidupan

Gurubagi.com. Termokimia merupakan bagian dari ilmu kimia yang membahas seputar panas suatu zat yang menyertai suatu reaksi kimia (kalor), termasuk didalamnya reaksi eksoterm.

Perubahan kalor yang terjadi pada suatu reaksi kimia akan dinyatakan dalam perubahan entalpi. Berdasarkan perubahan entalpi ini, ada dua jenis pembagian reaksi kimia, yaitu eksoterm dan endoterm.

Berikut ini penjelasan lebih lanjut mengenai pengertian reaksi eksoterm, ciri-ciri, dan contohnya dalam kehidupan sehari-hari.

Pengertian Reaksi Eksoterm

Eksoterm merupakan sebuah istilah turunan bahasa Yunani yaitu eksos berarti luar dan term yang berarti kalor atau panas.

Mengacu dari arti kata tersebut, maka reaksi eksoterm bisa kita artikan sebagai adanya kalor yang keluar atau dihasilkan oleh suatu proses pembakaran dari sistem ke lingkungan.

Sistem biasanya merupakan zat-zat yang terlibat dalam perubahan fisika dan kimia dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu sistem terbuka, tertutup dan terisolasi. berikut ini penjelasannya masing-masing.

1. Sistem Terbuka

Sistem terbuka
Sistem terbuka

Suatu sistem disebut terbuka apabila antara sistem dan lingkungannnya dapat terjad perpindhan materi dan energi.

Salah satu contoh reaksi yang berlangsung dalam sistem terbuka adalah  ketika mlarutkan garam dapur dalam gelas yang terbuka.

b. Sistem Tertutup

Sistem tertutup
Sistem tertutup

Sisitem tertutup, adalah sistem yang tidak memungkinkan untuk terjadi perpindahan energi antara sistem dan lingkungan.

Misalkan pengamatan pada garam dapur dalam beker gelas dalam keadaan tertutup. DI dalam keadaan ini materi tidak dapat keluar masuk beker gelas, karena beker gelas dalam keadaan tertutup.

Akan tetapi, energi masih dapat keluar masuk beker gelas tersebut. Hal ini dapat ditandai dengan panas yang menempel pada dinding gelas atau sebaliknya, energi panas dapat dialirkan ke dalam sistem tersebut dengan cara dipanaskan di atas nyala api

c. Sistem Terisolasi

sistem terisolasi
sistem terisolasi

Sistem terisolasi adalah sistem yang tidak memungkinkan terjadinya peropindahan materi atau energi antara sistem dan lingkungannya.

Contoh air panas yang terdapat dalam termos. air panas yang disimpan dalam termos diharapkn tidak mengalami perubahan panas dan volume air tidak berkurang, artinya baik materi dan energi panas tidak mengalami perubahan.

Sedangkan maksud dari lingkungan di sini merupakan semua hal yang berada di luar sistem yang kita amati. Ketika terjadi pelepasan kalor ke lingkungan, maka akan menurunkan energi di dalam sistem.

Di saat itulah entalpi yang menunjukkan hasil reaksi akan menjadi lebih kecil atau berkurang dari entalpi awal. Oleh karena itu, bisa kita lihat perubahan entalpi sistemnya bernilai negatif.

Ciri-ciri Reaksi Eksoterm

Berdasakan penjabaran pengertian reaksi eksoterm tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa reaksi eksoterm memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

1. Kalor mengalir dari sistem ke lingkungan

2. Kandungan energi (entalpi) dari pereaksi lebih tinggi dari hasil reaksi, sehingga perubahan entalpinya negatif (ΔH < 0).

3. Suhu lingkungan menjadi naik

Reaksi Eksoterm Dalam Kehidupan

Berikut ini adalah contoh reaksi eksoterm dalam kehidupan sehari-hari

1.  Es Batu

Saat air membeku menjadi es batu, energinya dilepaskan dalam bentuk panas. Ketika molekul air mulai membeku, partikelnya mendekat dan membentuk ikatan baru.

Setidaknya dalam proses inilah terjadi sebuah energi yang dilepaskan lebih banyak saat ikatan baru terbentuk daripada energi yang dibutuhkan saat ikatan putus. Jadi, pembentukan es batu merupakan proses eksoterm.

Baca :

2.  Karat besi

Karat besi adalah reaksi oksidasi dan reduksi eksoterm. Hal ini bisa saja terjadi ketika bentuk murni besi atau paduan bersentuhan dengan udara (sifat oksigen), maka lama-kelamaan akan berkarat seiring terjadinya pelepasan panas.

3.  Pembentukan salju di awan

Proses pembentukan salju merupakan reaksi eksoterm. Proses kondensasi membentuk awan dan beberapa awan bahkan memiliki es di dalamnya.

Jadi, ketika molekul air saling berdekatan dan membentuk ikatan, energi dilepaskan, dan inilah mengapa udara terasa lebih hangat saat turun salju.

4.  Pembakaran Lilin

Pembakaran lilin merupakan reaksi eksoterm. Lilin parafin yang terdiri dari hidrokarbon. Ketika lilin menyala, terjadi kontak dengan oksigen, dan ada putus ikatan dalam jenis hidrokarbon dan karenanya pelepasan energi terjadi. Itulah yang menyebabkan di sekitar lilin yang menyala terasa hangat.

5.  Korek Api

Batang korek api terdiri dari fosfor, belerang, dan bahan kimia lainnya. Hal ini bisa saja terjadi ketika batang korek api dinyalakan, yang terjadi adalah reaksi kimia antara fosfor, belerang dan udara sehingga menghasilkan api dan pelepasan panas.

6.  Kompres Panas

Kita menggunakan kompres panas ketika musim dingin atau ketika kita merasa kesakitan, misalnya nyeri di kaki atau sakit kepala.

Kompres panas memiliki dua kantong di dalamnya. Kantong bagian dalam berisi air sedangkan kantong bagian luar mempunyai garam ionik seperti kalsium klorida dan magnesium sulfat. Saat garam ionik ini bereaksi dengan air; reaksi eksoterm terjadi dan energi dilepaskan dalam bentuk panas. 

7.  Setting Semen dan Beton

Reaksi kimia yang terjadi antara semen dan air dinamakan dengan hidrasi semen. Hidrasi semen adalah proses eksoterm.

Pencampuran antara panas dan air akan menghasilkan pelepasan panas dalam waktu yang cepat selama beberapa menit. Evolusi panas ini disebabkan oleh jenis zat kimia yang ada dalam di-dan tri-kalsium aluminat dan silikat seperti semen.

8.  Respirasi Seluler

Respirasi seluler adalah reaksi eksoterm terpenting yang terjadi di setiap sel dan memberikan energi bagi sel kita untuk mempertahankan semua fungsi vital tubuh kita.

Molekul dalam arti gula tubuh kita terurai menjadi karbon dioksida dan molekul air ditambah lagi molekul tersebut melepaskan energi. Energi yang dilepaskan selama pemecahan gula digunakan dalam sintesis ATP yang merupakan molekul pembawa energi sel.

Demikian ulasan mengenai pengertian reaksi endoterm, ciri-ciri, dan contohnya dalam kehidupan. Semoga bermanfaat

You May Also Like

Tinggalkan Balasan