Perbedaan Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif, serta Manfaatnya

Perbedaan Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif, Kelebihan Serta Kekurangannya

Perbedaan Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif, Kelebihan Serta Kekurangannya

Gurubagi.com. Penelitian kuantitatif dan kualitatif. merupakan langkah-langkah yang diambil oleh peneliti untuk mengumpulkan data atau informasi untuk diolah dan dianalisis secara ilmiah.

Penelitian dibutuhkan untuk mencari sebuah kebenaran melalui analisis fenomena dengan menggunakan instrumen penelitian.

Penelitian merupakan suatu upaya untuk menghubungkan kenyataan empirik dengan teori yang sudah ada.

Secara umum, dalam kegiatan penelitian ilmiah,terdapat dua pendekatan yang sering digunakan yaitu metode penelitian kuantitatif dan kualitatif.

Selama ini banyak yang belum memahami tentang konsep dasar penelitian kualitatif dan kualitatif. Banyak yang mengira bahwa penelitian kuantitatif hanya sekadar tentang angka, sedangkan penelitian kualitatif tentang kata.

Perbedaan Penelitian Kualitatif dan kuantitatif

Untuk mengetahui lebih lanjut mengenai kedua jenis penelitian tersebut, berikut ini perbedaan penelitian kualitatif dan kuantitatif yang dirangkum dari berbagai sumber.

1. Desain Penelitian

Penelitian kualitatif bersifat fleksibel, umum, dan dinamis. Penelitian kualitatif dapat berkembang selama proses penelitian masih berlangsung.

Penelitian kuantitatif memiliki sifat khusus, terperinci, dan statis. Alur penelitian kuantitatif sudah direncanakan sejak awal dan tidak dapat dilalakukan pengubahan lagi.

2. Cara Memandang Fakta

Penelitian kualitatif memandang fakta/kebenaran tergantung pada cara peneliti dalam menginterpretasikan data.

Hal tersebut disebabkan ada hal-hal kompleks yang tidak bisa sekadar dijelaskan dengan angka, misalnya perasaan manusia. Penelitian kualitatif berangkat dari data untuk menghasilkan teori yang menguatkan teori sebelumnya.

Penelitian kuantitatif memandang fakta/kebenaran berada pada objek penelitian yang ditemukan di lapangan. Apapun yang ditemukan di lapangan, itulah fakta, sehingga peneliti harus bersikap netral atau tidak memihak. Penelitian kuantitatif berangkat dari teori menuju ke data.

3. Tujuan

Penelitian kualitatif bertujuan untuk menemukan pola hubungan yang bersifat interaktif dari fokus penelitian.

Penelitian kualitatif dilakukan untuk mendapatkan pemahaman yang mendalam dari suatu fenomena, mengembangkan teori, mendeskripsikan realita dan kompleksitas sosial.

Sedangkan penelitian kuantitatif bertujuan untuk menunjukkan hubungan antara variabel yang diteliti, menguji teori, dan melakukan generalisasi fenomena sosial yang diteliti.

4. Representasi Data

Hasil penelitian kualitatif berupa interpretasi peneliti tentang sebuah fenomena yang diteliti. Dengan demikian laporan penelitian kualitatif akan lebih banyak mengandung deskripsi.’

Penelitian kuantitatif dipresentasikan dalam bentuk hasil perhitungan matematis dan dianggap sebagai fakta yang sudah terkonfirmasi.

Keabsahan penelitian kuantitatif ditentukan oleh validitas dan reliabilitas instrumen yang digunakan dalam penelitian.

5. Teknik Pengumpulan Data

Penelitian kualitatif lebih berfokus pada penggalian informasi secara spesifik dan mendalam terhadap sampel yang dipilih (responden), sehingga tidak terlalu ditentukan oleh banyaknya sampel yang terlibat.

Pengumpulan data kualitatif dapat dilakukan dengan cara observasi, observasi partisipatif, tinjauan berbagai dokumen, wawancara terbuka atau berkembang, dan penjelasan sumber utama.

Pengumpulan data secara kuantitatif dilakukan dengan menggunakan serangkaian instrumen penelitian berupa tes atau kuesioner.

Data yang terkumpul kemudian dikonversi menggunakan kriteria yang sudah ditetapkan sebelumnya. Kualitas penelitian kuantitatif ditentukan oleh banyaknya sampel yang terlibat.

6. Jenis Metode

Metode peneliltian kualitatif dapat berbentuk studi kasus, fenomenologi, historis, etnografi, dan grounded theory.

Baca : Pengertian Modul dan Diktat, Perbedaan, Ciri-ciri, Serta Manfaatnya

Sedangkan metode penelitian kuantitatif bisa berbentuk eksperimen, survei, regresi, korelasi, analisis jalur,  dan expost facto.

7. Analisis Data

Penelitian kualitatif tidak dimulai dari dugaan sementara (hipotesis), tetapi bermula dari rumusan permasalahan. Di dalam hal ini, interpretasi peneliti sangat menentukan hasil akhir dari penelitian, karena peneliti adalah instrumen utama yang berhak menentuka  arah penelitian.

Analisis data penelitian kuantitatif dilakukan untuk menjawab hipotesis penelitian. Data numerik yang sudah terkumpul dianalisa dengan analisis statistik, sehingga diperoleh hasil mutlak, menerima hipotesis atau menolaknya.

8. Implikasi Hasil Penelitian

Hasil penelitian  kualitatif memiliki implikasi yang terbatas pada situasi-situasi tertentu, sehingga tidak dapat digeneralisasikan dalam  waktu dan tempat yang berbeda.

Hasil penelitian kuantitatif berupa fakta atau teori yang berlaku secara umum (generalized). Dengan demikian fakta tersebut akan berlaku kapan pun dan dimana pun.

Kelebihan dan Kekurangan Metode Kualitatif dan kuantitatif

Metode Kualitatif

Kelebihan

  • Deskripsi dan interpretasi dari informan dapat diteliti secara mendalam.
  • Mempunyai landasan teori yang sesuai fakta
  • Penelitian lebih berjalan subyektif
  • Sangat efektif digunakan dalam mencari tanggapan dan pandangan karna bertemu langsung.
  • Adanya pemahaman khusus dalam menganalisa

Kekurangan

  • Peneliti bertanggung jawab besar terhadap informasi yang disampaikan oleh informan
  • Bersifat sirkuler
  • Perbedaan antara fakta dan kebijakan kurang jelas
  • Ukuran penelitian kecil.
  • Tidak efektif jika ingin meneliti secara keseluruhan atau besar-besaran

Metode Kuantitatif

Kelebihan

  • Ukuran penelitian besar, sehingga menjadi nilai tambah tersendiri
  • Penelitian lebih berjalan sistematis
  • Penelitian lebih berjalan objektif
  • Spesifik, jelas dan rinci
  • Mampu memanfaatkan teori yang ada
  • Dapat digunakan untuk menduga atau meramal

Kekurangan

  • Pengambilan data cenderung berasal dari nilai tertinggi atau anggapan-anggapan (asumsi)
  • Asumsi tidak sesuai dengan realita yang terjadi, maka kemampuannya tidak dapat dijamin kebenarannya.
  • Penelitian tidak subyektif
  • Orientasi hanya terbatas pada nilai dan jumlah.
  • Dibatasi oleh peluang untuk menggali responden dan kualitas perangkat pengumpul data orisinal
  • Keterlibatan periset umumnya terbatas

Demikian ulasan mengenai perbedaan penelitian kualitatif dan kuantitatif, kelebihan serta kekurangannya. Semoga bermanfaat.

You May Also Like

Tinggalkan Balasan