Pengertian Tata Tertib Sekolah, Tujuan, dan Manfaatnya

Pengertian Tata Tertib Sekolah, Tujuan, dan Manfaatnya

Gurubagi.com. Tata tertib mengatur setiap perilaku dan tindakan peserta didik dan lembaga yang berada di dalamnya agar tidak menyimpang dari norma yang ada.

Sebuah tata tertib terbentuk karena hasil kesepakatan bersama sehingga semua pihak wajib  mematuhi tata tertib yang telah dibuat.

Tata tertib sekolah merupakan semua ketentuan dan  peraturan yang disepakati lembaga sekolah dan dibuat untuk menciptakan suasana sekolah yang aman dan nyaman.

Setiap sekolah tentunya memiliki peraturan  yang di susun berdasarkan kondisi masing-masing sekolah, yang dibuat bersifat memaksa, sehingga wajib bagi lingkup sekolah/lembaga tersebut untuk menjalankannya, agar mencerminkan nilai-nilai positif.

Bac.a : Akreditasi Sekolah : Pengertian, Tujuan, Fungsi, Prinsip dan Manfaatnya.

Tujuan Tata Tertib Sekolah

Prinsip utama peraturan sekolah tidak boleh terlaksana dalam pergaulan lingkungan lain luar sekolah. Pembentukan tata tertib harus beserta sanksi atau hukuman bagi yang melanggarnya.

Memberikan hukuman sebagai jalan keluar terakhir, harus mempertimbangkan dampak dari pelanggaran terhadap peserta didik. Dengan demikian hukuman yang diberikan dapat membuat efek jera bagi pelakunya.

Tujuan terbentuknya  tata tertib  sekolah adalah  sebagai berikut.

1. Mewujudkan tercapainya tujuan pendidikan nasional.

2. Meningkatkan ketangguhan sekolah.

3. Untuk membentuk mental, moral dan watak peserta didik  agar menjadi kebiasaan berbuat disiplin dan menanamkan berbagai norma luhur untuk dilaksanakan dan norma tuna susila yang wajib dihindari.

4. Terciptanya keamanan, ketentraman dalam lingkungan sekolah.

5. Melatih peserta didik menjadi individu yang bertanggung jawab.

6. Peserta didik dapat mengetahui batasan-batasan aturan sekolah.

Manfaat Tata Tertib Sekolah

1. Menjaga kenyamanan lingkungan Sekolah

Tata tertib dilingkungan sekolah terutama untuk peserta didik akan memberikan manfaat menjaga kenyamanan lingkungan sekolah, sehingga dapat  mengkontrol aktifitas peserta didik dan meminimalisir perilaku yang merugikan lingkungan sehingga kenyamana lingkungan akan terjaga.

2. Menghilangkan kecemburuan sosial

Tata tertib sekolah di buat untuk mengatur perilaku setiap peserta didik, menjamin kesamaan hak dan kewajibabantara individu satu dengan yang lain, sehingga menghilangkan kecemburuan sosial.

3. Meningkatkan rasa kebersamaan

Tata tertib, baik lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat akan meningkatkan rasa kebersamaan.

Adanya  kegiatan yang memiliki peraturan sama bagi setiap individu, maka akan tumbuh sebuah rasa kebersamaan didalam dirinya. Dengan demikian, akan mucul ikatan yang erat, rasa saling menolong dan gotong royong.

Contoh Tata Tertib Sekolah

Berikut ini adalah contoh tatat tertib sekolah.

1. Setelah tanda bel masuk berbunyi semua peserta didik harus sudah berada di kelas.

2. Pelajar wajib berdo’a sebelum memulai pelajaran dan setelah pelajaran berakhir.

3. Lima setelah  bel masuk, guru belum berada di kelas, ketua kelas segera menghubungi guru piket.

4. Murid-murid yang terlambat harus memperlihatkan surat izin dari guru piket sebelum memasuki kelas.

5. Peserta didik  yang datang terlambat tanpa alasan yang tepat tidak  mengikuti pelajaran jam pertama dan hari berikutnya harus membawa surat keterangan dari orang tua. 

Tata tertib di atas merupakan contoh peraturan dalam suatu kelas, maka peraturan tersebut berlaku untuk semua anggota kelas tanpa terkecuali.

Setiap peserta didik yang melanggar akan mendapatkan hukuman sesuai yang telah terbentuk.

Peraturan Umum Tata Tertib Sekolah

Masuk Sekolah
  • Kehadiran peserta didik merupakan salah satu aspek penting dalam peraturan sekolah. peserta didik harus datang tepat waktu sebelum Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) mulai.
  • Setiap sekolah memiliki waktu mulai KBM masing-masing. Namun kebanyakan sekolah memulai KBM pada pukul 06.45 waktu setempat.
  • Peserta didik yang datang terlambat tidak boleh mengikuti pelajaran kecuali mendapatkan izin tertulis dari Kepala Sekolah/Wakil Kepala Sekolah.
  • Peserta didik yang tidak masuk sekolah lebih dari 3 hari karena alasan sakit atau alasan penting lainnya harus melengkapi dengan surat dokter atau pemberitahuan langsung dari wali murid.
Selama Kegiatan Belajar Mengajar
  • Guru atau ketua kelas memimpin membaca do’a sebelum pelajaran pertama dan setelah pelajaran terakhir.
  • Untuk peserta didik yang meninggalkan kelas karena suatu kepentingan saat pelajaran sedang berlangsung, harus meminta izin terlebih dahulu kepada guru yang sedang mengajar.
  • Petugas piket kebersihan harus menyiapkan alat penunjang pembelajaran seperti spidol, penghapus, dan alat lainnya. Segera membersihkan papan tulis jika pembahasan pelajaran telah usai.
Pulang Sekolah
  • Setelah jam mata pelajaran terakhir selesai, peserta didik harus keluar ruangan secara teratur. Saat meninggalkan sekolah, pastikan ruangan dalam keadaan bersih, meja dan kursi tertata rapi oleh petugas piket kebersihan.
Lingkungan Sekolah
  • Peserta didik diharapkan ikut andil menjaga dan mematuhi   ketertiban lingkungan sekolah, agar terwujud rasa aman dan nyaman.
Beretika dan Sopan Santun
  • Etika dan sopan santun sangat penting bagi setiap individu, termasuk peserta didik.
  • Peserta didik putri tidak berdandan secara mencolok dan tidak mengenakan perhiasan secara berlebihan.
  • Dalam etika berbicara, peserta didik harus bicara yang sopan dan santun kepada semua warga sekolah. Kemudian peserta didik juga mampu menjaga keamanan dan ketertiban selama sekolah ataupun sepulang sekolah.

Dengan adanya tata tertib yang telah di tetapkan oleh sekolah, dapat membawa  kondisi dan suasana sekolah menjadi lebih aman dan nyaman.

Semua warga sekolah harus berupaya melaksanakn ketertiban tanpa terkecuali untuk mewujudkan sekolah aman dan nyaman tersebut.

You May Also Like

4 Comments

Tinggalkan Balasan