Senyawa Benzena : Pengertian, Contoh, dan Kegunaannya

Senyawa Benzena : Pengertian, Contoh, dan Kegunaannya

Gurubagi.com. Berikut ini kita akan membahas senyawa turunan benzena. Benzena senyawa dengan rumus kimia C6H6 ini, ditemukan seorang ilmuwan Inggris bernama Michael Faraday pada tahun 1825.

Michael Faraday mengambilnya dari residu minyak mentah, kemudian mengisolasinya dari gas minyak.

Enam atom hidrogen yang terdapat dalam benzena ini dapat digantikan menjadi satu lebih atom hidrogen sehingga menghasilkan turunan benzena.

Benzena adalah senyawa siklik yang terbentuk dari enam atom karbon yang berikatan. Struktur pada benzena adalah ikatan tunggal dan rangkap dua yang berselang-seling di sekeliling cincin.

Ikatan rangkap yang bisa berputar-putar ini dinamakan dengan “terdelokalisasi”, seperti pada gambar di bawah ini.

Senyawa Benzena : Pengertian, Contoh, dan Kegunaannya

Agar reaksi khusus pada senyawa alkena tidak terjadi, maka ikatan tunggal dan ganda ini harus bertukar posisi dengan cepat.

Sifat senyawa benzena

1. Senyawa ini bersifat nonpolar, tidak berwarna, dan tidak larut dalam air, tapi dapat larut dalam pelarut organik.

2. Pada suhu ruang, sifat benzena adalah berupa cairan bening yang punya aroma.

3. Benzena bersifat karsinogenik (menimbulkan sel kanker), mudah menguap dan terbakar, karenakan kadar karbon dalam senyawa benzena terbilang tinggi.

4. Titik didihnya berada pada suhu 80oC dan titik lelehnya 5,5o

Senyawa turunan benzena

Beberapa senyawa kimia penting kebanyakan berasal dari benzena, senyawa-senyawa ini dibuat dengan cara menggantikan satu atau lebih atom hidrogen pada benzena dengan gugus fungsional lainnya, yang biasa di kenal dengan turunan benzena.Berikut adalah beberapa contoh adalah.

1. Klorobenzena (C6H5Cl)

Klorobenzena atau fenil klorida adalah salah satu senyawa turunan benzena. Senyawa  ini memiliki ciri-ciri berupa berwujud cair, tidak berwarna, berbau menyengat, dan tidak mudah larut dalam air, tetapi mudah larut dalam benzena, kloroform, dan eter.

Klorobenzena biasanya digunakan dalam pembuatan fenol, anilin, DDT, pelarut cat, dan media pemindah panas.

2. Anilin (C6H5NH2)

Anilin atau aminobenzena adalah turunan benzena yang memiliki sifat basa lemah, tidak berwarna, dan dapat berubah menjadi kuning, coklat, ataupun hitam jika terkena cahaya dan udara karena teroksidasi.

Dalam kehidupan sehari-hari, anilin digunakan sebagai bahan dasar pembuatan warna dan obat-obatan, serta bahan peledak.

3. Fenol (C6H5OH )

Fenol memiliki karakteristiknya yang berbentuk padatan kristalin, tak berwarna, higroskopis, dan mudah larut dalam alkohol, eter, dan benzena.

Fenol memiliki sifatsangat beracun, bahkan dapat melepuhkan kulit jika terjadi kontak langsung dengan kulit. Biasanya, fenol digunakan untuk desinfektan, pembuatan obat-obatan, bahan peledak, dan plastik.

4. Aspirin (Asetilsalisilat)

Aspirin sering digunakan untuk meredakan nyeri dan menurunkan panas karena bersifat analgesik, antipiretik, antiradang, dan antikoagulan.

5. Asam Salisilat

Asam salisilat merupakan turunan benzena yang tergolong asam karboksilat sehingga memiliki gugus karboksil (-COOH).

Asam salisilat memiliki sifat beracun jika digunakan dalam jumlah besar. Namun, dalam jumlah kecil dapat digunakan sebagai pengawet makanan dan antiseptik pada pasta gigi.

6. TNT (Trinitrotoluene)

TNT merupakan senyawa turunan benzena yang banyak digunakan sebagai bahan peledak karena sifatnya yang mudah meledak. Itulah mengapa, senyawa ini tidak boleh digunakan secara sembarangan.

Biasanya, TNT sering digunakan untuk kepentingan militer dan pertambangan. Penggunaan TNT secara sembarangan dan tidak bertanggung jawab dapat menyebabkan kerusakan lingkungan, bahkan mengancam nyawa.

Baca : Senyawa Haloalkana : Tatanama, Contoh, dan Penerapan dalam Kehidupan

7. Nitrobenzena (C6H5NO2)

Nitrobenzena dikenal dengan nama lain nitrobenzol atau minyak mirbane. Nitrobenzena memiliki aroma seperti kacang almond dan bersifat beracun.

8. Parasetamol

Hampir sama seperti aspirin, parasetamol dapat mengobati pusing dan sakit kepala. Senyawa ini memiliki sifat analgesik dan antipiretik, serta mudah larut dalam etanol.

Demikian pengertian senyawa benzena, contoh, dan kegunaannya dalam kehidupan. Semoga bermanfaat

You May Also Like

Tinggalkan Balasan